DESAGAMES. Industri video game kembali diguncang kabar kurang menyenangkan. Setelah beberapa studio besar menutup pintunya tahun ini, kini giliran Amazon yang mengumumkan langkah drastis: pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 14 ribu karyawan di berbagai lini bisnis, termasuk divisi game mereka. Langkah besar ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pemain New World, MMORPG garapan Amazon Games yang telah berjalan sejak 2021.

Gelombang PHK Terbesar Kedua Amazon

Dilansir dari Bloomberg dan BBC, Amazon melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas ribuan tenaga kerja di seluruh dunia. Kantor cabang di Irvine dan San Diego menjadi yang paling terdampak, terutama di bagian publikasi dan pengembangan game.

Pemangkasan ini bukan yang pertama. Pada tahun 2022, Amazon juga sempat melepas lebih dari 27 ribu karyawan. Namun kali ini, jumlah 14 ribu orang membuatnya menjadi salah satu gelombang PHK terbesar kedua dalam sejarah perusahaan.

Alasan di balik keputusan ini tampaknya berkaitan dengan perubahan arah fokus bisnis Amazon. Menurut laporan BBC, perusahaan raksasa tersebut kini mulai memusatkan sumber daya ke bidang kecerdasan buatan (AI) dan otomasi, dua sektor yang dianggap lebih menjanjikan secara jangka panjang. Akibatnya, sektor-sektor yang dianggap kurang strategis, termasuk divisi hiburan interaktif seperti Amazon Games, ikut terkena dampak.

Nasib New World Setelah Restrukturisasi

Bagi para penggemar New World, kabar ini terasa pahit. Setelah empat tahun beroperasi, MMORPG dengan tema kolonial fantasi ini akhirnya mencapai titik akhir pengembangannya. Melalui pernyataan resmi di situs New World, tim developer mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan dukungan aktif terhadap game tersebut.

Artinya, tidak akan ada lagi pembaruan besar, ekspansi, atau konten baru di masa mendatang. Musim ke-10 sekaligus ekspansi Nighthaven yang dirilis pada awal Oktober 2025 menjadi pembaruan terakhir yang akan diterima pemain.

Meski begitu, Amazon Games berjanji server New World masih akan tetap beroperasi hingga tahun 2026. Setelah itu, masa depannya masih belum jelas apakah akan tetap hidup dalam bentuk terbatas atau benar-benar ditutup.

Dari Ambisi Besar ke Kenyataan Pahit

Ketika New World pertama kali dirilis pada 2021, banyak pihak menaruh harapan tinggi. Amazon Games digadang-gadang sebagai pesaing baru yang berpotensi menantang dominasi perusahaan besar seperti Blizzard dan Square Enix di ranah MMORPG.

Game ini sempat mencatatkan angka pemain yang luar biasa tinggi di awal perilisannya. Ribuan pemain membanjiri server hingga menyebabkan antrean panjang untuk masuk ke dunia Aeternum. Namun, setelah masa bulan madu berlalu, masalah mulai bermunculan.

Konten yang terbatas, bug yang belum tertangani, serta sistem progresi yang repetitif membuat banyak pemain perlahan meninggalkan game ini. Meskipun tim pengembang berusaha memperbaiki dan menambah fitur baru, momentum awal sulit dipertahankan.

Dengan penghentian dukungan resmi yang diumumkan kali ini, jelas bahwa New World telah memasuki masa senja dalam perjalanan hidupnya.

Dampak Lebih Luas bagi Amazon Games

Keputusan Amazon untuk melakukan PHK besar-besaran bukan hanya berdampak pada satu game saja. Divisi game mereka yang mencakup proyek lain seperti Lost Ark (hasil kerja sama dengan Smilegate) dan game Blue Protocol juga disebut-sebut terkena imbas restrukturisasi.

Langkah ini memperlihatkan bahwa Amazon kini tengah meninjau ulang strategi bisnis game-nya. Perusahaan yang semula berambisi menancapkan pengaruh di dunia hiburan interaktif tampaknya memilih untuk mundur sejenak dan menilai kembali arah pengembangannya.

Meski begitu, masih ada kemungkinan Amazon Games bertahan dalam skala lebih kecil, mungkin dengan fokus pada dukungan penerbitan (publishing) ketimbang produksi internal.

Harapan Komunitas Pemain

Walau keputusan ini mengecewakan, komunitas pemain New World tetap menunjukkan semangat positif. Di berbagai forum dan media sosial, banyak pemain lama berbagi kenangan mereka selama menjelajahi pulau mistis Aeternum dari pertempuran PvP besar hingga eksplorasi hutan yang dipenuhi makhluk misterius.

Sebagian pemain bahkan berharap Amazon membuka akses modding agar komunitas dapat terus mengembangkan konten secara mandiri setelah dukungan resmi berakhir. Harapan itu memang belum mendapat tanggapan resmi, tetapi tidak sedikit yang percaya bahwa komunitas bisa menjaga New World tetap hidup, bahkan tanpa dukungan penuh dari sang penerbit.

Akhir Sebuah Era

Kabar PHK besar-besaran dan penghentian pengembangan New World menjadi pengingat pahit tentang kerasnya industri video game. Di tengah persaingan ketat dan perubahan teknologi yang cepat, bahkan perusahaan sebesar Amazon pun tidak kebal terhadap tekanan ekonomi dan tuntutan efisiensi.

Walaupun perjalanan New World tampaknya akan segera mencapai akhir, warisan yang ditinggalkannya tidak bisa diabaikan. Game ini menjadi bukti nyata bahwa ambisi besar dalam industri kreatif selalu diiringi risiko yang sama besarnya.

Dan bagi para pemain yang telah berpetualang selama bertahun-tahun, dunia Aeternum mungkin akan segera meredup namun kenangan dan komunitas yang terbentuk di dalamnya akan tetap hidup lebih lama daripada server gamenya sendiri.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai