
DESAGAMES. Nintendo Switch 2 saat ini tengah menjadi bahan pembicaraan hangat di industri game. Konsol generasi penerus dari Nintendo Switch ini disebut-sebut membawa peningkatan performa yang signifikan, membuka peluang baru bagi banyak judul game besar untuk hadir di platform tersebut. Salah satu pertanyaan besar yang muncul adalah Apakah Tekken 8 akan menjadi bagian dari jajaran game di Switch 2?
Pertanyaan itu akhirnya dijawab langsung oleh Katsuhiro Harada, sosok di balik kesuksesan franchise Tekken selama bertahun-tahun. Jawabannya? Masih mungkin, tetapi tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Harapan yang Masih Terbuka, Tapi…
Dalam sebuah wawancara di ajang EVO 2025, Harada menyebut bahwa membawa Tekken 8 ke Switch 2 bukanlah hal yang mustahil. Namun, ia memberi catatan penting: proses porting ini akan membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan sumber daya.
Harada menilai bahwa, dari sisi bisnis, langkah ini sebenarnya cukup menarik. Switch 2 diyakini akan memiliki basis pengguna yang besar, dan membawa Tekken 8 ke platform tersebut berarti menjangkau audiens baru yang lebih luas. Namun, tantangan teknis yang ada membuat keputusan ini tidak bisa diambil begitu saja.
“Secara bisnis, ini ide yang bagus karena Switch 2 sedang tampil baik di pasar. Tapi dari sisi pengembangan, beban pekerjaan yang diperlukan untuk membuat Tekken 8 berjalan optimal di sana tidak kecil,” ungkap Harada.
Teknis Bukan Sekadar Porting
Mengapa butuh banyak usaha? Alasannya terletak pada pondasi teknis Tekken 8. Game ini dibangun menggunakan Unreal Engine 5, yang dirancang untuk memaksimalkan potensi konsol generasi terbaru seperti PS5 dan Xbox Series X/S. Sistem pencahayaan, tekstur detail, animasi karakter yang halus, hingga efek visual sinematik semuanya memerlukan tenaga komputasi yang besar.
Switch 2 memang diperkirakan memiliki spesifikasi yang lebih baik dibanding pendahulunya, tetapi tetap saja akan ada perbedaan kapasitas dibanding konsol next-gen lainnya. Itu berarti tim pengembang harus melakukan optimisasi besar-besaran:
- Menurunkan resolusi tekstur tanpa mengorbankan estetika.
- Mengatur ulang frame rate agar tetap stabil di mode handheld.
- Menyesuaikan input kontrol untuk Joy-Con dan Pro Controller.
- Mengatur ulang sistem memori untuk menghindari loading yang lambat.
Proses ini bukan hanya “memindahkan” game, tapi hampir seperti membuat ulang sebagian aspek teknisnya.
Tekken 8 Sebuah Standar Baru dalam Franchise
Sejak rilisnya pada Januari 2024, Tekken 8 menjadi tonggak penting bagi seri ini. Game ini menghadirkan mode cerita sinematik yang intens, sistem Heat yang menambah kedalaman strategi, dan mode online seperti Arcade Quest yang memungkinkan pemain membangun komunitas mereka sendiri.
Visualnya memanfaatkan kekuatan Unreal Engine 5 untuk menghadirkan detail wajah, pencahayaan, dan animasi gerakan yang jauh lebih realistis dibanding seri sebelumnya. Semua itu membuat Tekken 8 terlihat dan terasa seperti game yang memang dirancang khusus untuk perangkat dengan tenaga besar.
Membawa semua keunggulan ini ke Switch 2 adalah tantangan, karena Nintendo selama ini lebih mengutamakan efisiensi daya dan portabilitas ketimbang tenaga mentah.
Bandingkan dengan Street Fighter 6
Banyak yang membandingkan potensi Tekken 8 di Switch 2 dengan keberhasilan Street Fighter 6 di platform yang sama. Memang, Capcom berhasil mengoptimalkan Street Fighter 6 untuk berjalan mulus di Switch 2, namun setiap game memiliki kompleksitas teknis yang berbeda.
Street Fighter 6 mungkin memiliki aset yang lebih modular, sementara Tekken 8 cenderung mengandalkan animasi dan efek detail yang memakan sumber daya besar. Harada sendiri tampaknya menyadari perbedaan itu, sehingga ia tidak ingin memberi janji sebelum ada kepastian teknis yang memadai.
Kondisi Internal Tekken 8 Juga Berpengaruh
Menariknya, pernyataan Harada ini datang di tengah periode yang cukup menantang bagi Tekken 8. Sejak dimulainya Season 2, banyak pemain yang melontarkan kritik terkait perubahan gameplay, terutama soal balancing karakter dan sistem pertarungan yang dinilai terlalu ofensif. Bahkan, penambahan karakter baru seperti Fahkumram menuai pro dan kontra, memicu review bombing di beberapa platform digital.
Situasi ini membuat tim pengembang harus memprioritaskan perbaikan dan pembaruan konten, yang tentu saja memakan waktu dan fokus mereka. Dalam konteks ini, proyek porting ke Switch 2 bisa saja tertunda atau ditempatkan di prioritas rendah.
Peluang Besar di Pasar
Meski demikian, potensi keuntungan dari langkah ini tidak bisa diabaikan. Switch 2 memiliki daya tarik besar di kalangan gamer kasual maupun kompetitif, apalagi dengan dukungan mode handheld yang memungkinkan bermain di mana saja. Jika Tekken 8 berhasil hadir di platform ini, ada peluang besar bagi Bandai Namco untuk memperluas komunitas dan memperpanjang umur franchise.
Dengan strategi pemasaran yang tepat, Tekken 8 di Switch 2 bisa menjadi salah satu judul fighting terbesar di generasi ini.
Masih Menunggu, Tapi Harapan Tetap Ada
Singkatnya, Tekken 8 di Switch 2 adalah mimpi yang realistis, tapi belum dekat. Harada tidak menutup kemungkinan tersebut, namun ia juga tidak memberi janji palsu. Tantangan teknis dan prioritas internal membuat proyek ini berada dalam status “menunggu waktu yang tepat”.
Bagi para penggemar, ini berarti harus bersabar sambil terus memantau perkembangan resmi dari Bandai Namco. Siapa tahu, suatu hari nanti, kita bisa melihat Kazuya, Jin, dan Heihachi berduel sengit di layar handheld Switch 2, lengkap dengan semua efek dramatis yang membuat Tekken 8 begitu memukau.